GURUPECINTALITERASI.COM – Sabtu (17/2) Grup GPLM menerima kiriman puisi.
Mengutip https://kbbi.kemdikbud.go.id/ puisi memiliki beberapa makna:
- n ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
- n gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus
- n sajak
Puisi karya Ulva Rahmi berikut ini adalah puisi perdana yang menghiasi laman weblog GPLM. Nikmati larik demi larik kerinduan sang penyair pada masa kecil yang mendayu, seolah ia teringat akan timangan sang ibu.
Tanah Perindu
Karya: Ulva Rahmi
Malam hari kutergamang
Menanti rembulan tak kunjung datang
Duduk tersimpuh di balik lampu remang-remang
Menikmati alunan musik yang sedang berdendang
Atmaku terguncang
Serasa terhantam bena yang terus datang
Teringat keluarga dan bangunan rimpuh
Di mana aku lahir dan tumbuh
Tanah Perindu merambah, racuni pikiranku
Nostalgia terus bergelayut, tercetak di memori kelabu
Berharap raga dapat berpijak, menyatu
Membuncahkan hasrat rindu yang menggebu
Tanah perindu …
Akankah raga dapat bertemu
Sontak kumerasa terdayu
Teringat semua kenangan masa kecilku
Megang Sakti, 17 Februari 2024
Editor: PakDSus

#GPLM
#FebruariBecerita

Leave a comment