
GURUPECINTALITERASI.COM – Sahabat GPLM, mari mengenal Leksam Bedas sebagai salah satu kegiatan literasi di tanah air. Tulisan berikut kiriman dari Rahmasiwi Utami S., seorang tenaga kependidikan perpustakaan SD Labschool UPI, Bandung
Tantangan Leksam Bedas: Upaya untuk Mengembangkan Budaya Literasi Peserta Didik
Oleh: Rahmasiwi Utami S
Baca juga: Dokumentasi Audiensi Penggerak Literasi dengan Bapak Literasi Musi Rawas
Mengenal Leksam Bedas
Leksam Bedas adalah akronim dari Leksam (Literasi, Edukasi, Keluarga, Sekolah, Anak dan Masyarakat) dan Bedas (Bandung, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera). Leksam Bedas merupakan program yang diupayakan oleh Kabupaten Bandung untuk mengembangkan budaya literasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.
Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Emma Dety mengatakan bahwa Leksam Bedas betujuan untuk meningkatkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk melinatkan sumber daya manusia menuju generai emas Indonesia tahun 2045.
Tantangan Leksam Bedas kepada Peserta Dididk dan Penggiat Literasi
Tantangan Leksam Bedas merupakan salah satu proses dalam Program Leksam Bedas berupa pemberian tantangan kepada para peserta didik untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan selama sepuluh bulan berturut-turut.
Tantangan itu di antaranya adalah membuat review buku, puisi, sajak, sunda, story telling, tahfiz qur’an, jurnalis, dan tantangan lainnya yang berkaitan dengan literasi baca tulis, literasi budaya, sampai dengan literasi numerasi.
Selain membuat hasil karya berupa naskah tantangan yang telah ditentukan, para peserta juga diwajibkan untuk mempresentasikannya ke dalam sebuah video dan diunggah di akun Youtube sekolah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk dapat mengembangkan keterampilan peserta dalam bidang sastra, baik lisan maupun tulisan.
Keterampilan Literasi Harus Terus Diasah
Kemampuan membaca, menulis, maupun berhitung bukanlah keterampilan bawaan sejak lahir, melainkan keterampilan yang harus terus diasah dan dilatih supaya dapat terus berkembang. Oleh karena itu, kemampuan berliterasi ini harus diperkenalkan sejak dini kepada anak, supaya anak terbiasa dan terlatih dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Leksam Bedas hadir untuk dapat membantu para orang tua dan guru dalam membina keterampilan anak dalam berliterasi. Tantangan literasi dalam waktu sepuluh bulan ini diharapkan dapat membiasakan anak dalam berkarya, juga memberi motivasi kepada anak untuk dapat meningaktkan budaya membaca, menulis, dan berhitung sejak dini.
Peran Perpustakaan dalam Literasi
Dalam pelaksaan tantangan Leksam Bedas, tentunya tidak jauh dari peranan perpustakaan sebagai penyedia sumber informasi yang dibutuhkan peserta dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Perpustakaan harus dapat memfasilitasi peserta didik untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.
Perpustakaan berfungsi sebagai pendukung bagi peserta didik dalam proses penyebaran sumber informasi, mengarahakan peserta didik dengan beragam bacaan yang sesuai dengan tingkatan usia dan beragam program yang inovatif kepada peserta didik.
Program Leksam Bedas ini telah disambut dengan antusias oleh para pegiat literasi dengan banyaknya jumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang berjumlah 7.241 peserta dan 4.800 peserta yang lolos dalam Tantangan Leksam Bedas tahun 2023.***

Penulis: Rahmasiwi Utami Susanto Tenaga Kependidikan Perpustakaan SD Labschool UPI, Bandung, Jawa Barat
Editor: PakDSus

Leave a reply to N. Mimin Rukmini Cancel reply